Uncategorized

Harga Aset Kripto 6 Januari 2022: Bitcoin dan Ethereum Melemah

Dewalive  Bitcoin dan Ethereum sebagai jajaran atas cryptocurrency atau aset kripto merosot cukup besar. Selain itu, untuk cryptocurrency dengan kapitalisasi pasar besar lainnya juga turut berada di zona merah. 

Berdasarkan pantauan data dari Coinmarketcap, Kamis (6/1/2022), Bitcoin (BTC) melemah 7,30 persen dalam kurun waktu 24 jam terakhir dan 9,50 persen dalam 7 hari terakhir.BACA JUGA:Investor Kembali Buru Aset Kripto di Tengah Sentimen Varian Omicron

Hal tersebut membuat BTC berada di level USD 42.954,59 per koin atau sekitar Rp 618 juta per koin (asumsi kurs Rp 14.404 per dolar AS). 

Pelemahan dialami juga oleh Ethereum (ETH) 8,26 persen dalam kurun waktu 24 jam terakhir dan 6,36 dalam 7 hari terakhir. Akibat pelemahan yang terjadi, pagi ini ETH berada di level USD 3.503,75 per koin atau sekitar Rp 50 juta per koin. 

Selanjutnya, Binance coin (BNB) juga masih berada di zona merah dengan pelemahan yang tidak jauh berbeda dengan ETH yaitu sebesar 8,16 persen dalam 24 jam terakhir dan 10,16 persen selama 7 hari terakhir. Hingga saat ini, BNB berada di level US$ 468,47 atau sekitar Rp 6,7 juta per koin. 

Tether dan USD Coin Menguat

Sampai saat ini, hanya Tether (USDT) dan USD coin (USDC) yang menguat dalam 24 jam terakhir. Meskipun begitu tingkat penguatannya juga tidak terlalu besar. USDT menguat sebesar 0,01 persen yang membuatnya berada di leve US$ 1,00 atau sekitar Rp 14.404 per koin. 

Sedangkan untuk USDC mengalami penguatan sebesar 0,06 persen yang membuatnya berada di level USD 1,00 atau sekitar Rp 14.404 per koin. 

Dalam jajaran teratas cryptocurrency, Solana (SOL) turun cukup besar yaitu 11,01 persen dalam 24 jam terakhir. Pelemahan tersebut membuat SOL berada di level USD 150,02 atau sekitar Rp 2 juta per koin.