Uncategorized

Menyapa Mentari Pagi dari Gunung ‘Putus Cinta’ Pegat

Dewalive – Bagi sebagian anak muda, mengatakan putus kepada pacar sering kali sulit diucapkan. Pada masa lampau, orang akan mendatangi Gunung Pegat untuk mengutarakan keinginan untuk bepirah. Bagaimana mitos tentang Gunung Pegat terjadi?

Dulu, pasangan yang ingin mengakhiri hubungan mengunjungi destinasi wisata Gunung Pegat di Dusun Klile, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Dari namanya kita sudah terbayang destinasi ini berkaitan dengan putusan cinta. Mitos yang berkembang di kalangan orangtua zaman dahulu, jika bepergian bersama kekasih ke Gunung Pegat, maka sepulangnya dari sana, pasangan ini akan putus. Begitu juga bagi yang sudah menikah dan 40 hari pernikahannya, lantas berwisata ke Gunung Pegat, akan berpisah.

“Dulu mitosnya seperti itu, meski tak bisa dibuktikan secara ilmiah. Entah bagaimana awal mulanya sehingga mereka yang baru menikah atau masih pacaran tak ada yang berani ke sana. Tapi sekarang justru Gunung Pegat jadi lokasi anak-anak muda untuk selfie dan berwisata hingga camping,” kata tokoh masyarakat setempat Sastro Suwito (90). Kamis (30/9/2021).
Namun, kini mitos itu telah pudar. Sebaliknya, Gunung Pegat mulai digandrungi banyak anak muda, bahkan menjadi lokasi favorit bagi pasangan yang hendak mengabadikan momen bersejarah dalam hidup mereka sebelum memasuki jenjang pernihakan.

Ya, Gunung Pegat kini menjadi lokasi favorit di kalangan anak-anak muda di kawasan Sukoharjo dan sekitarnya untuk melakukan sesi pemotretan pre-wedding.

Bagi pengunjung yang membawa kendaraan roda dua atau roda empat bisa langsung naik hingga ke atas Gunung Pegat. Baru-baru ini, Gunung Pegat dibuka untuk umum sebagai sebuah destinasi wisata.

Sejumlah fasilitas dibangun seperti akses bagi tamu yang membawa kendaraan hingga langsung sampai ke puncak. Meski fasilitas jalan masih terbuat dari batu kapur, namun sudah bisa dilalui oleh kendaraan yang banyak berlalu lalang turun naik Gunung Pegat.

Dari bawah ke atas, kita hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit saja. Begitu tiba di pucak Gunung Pegat, sejumlah pemandangan eksotik dapat kita nikmati.
Dari atas Gunung Pegat, kita bisa menyaksikan hamparan luas sawah menghijau milik warga sekitar. Padang ilalang di Gunung Pegat membuat suasana begitu tampak syahdu. Ya, hamparan sawah hijau dan padang ilalang menjadi lokasi favorit anak-anak muda sebagai latar belakang swafoto.

Selain dua hal tadi, di Gunung Pegat pengunjung dapat menikmati sinar mentari pagi atau sunrise. Pada pagi hari, sinar mentari pagi yang menyentuh tubuh akan menambah keeksotisan latar belakang foto.
Pihak pengelola yakni Karang Taruna dan Kelurahan Karangasem terus berbenah memperbaiki fasilitas Gunung Pegat. Hal itu seperti fasilitas jalan, spot kuliner, toilet, musala, dan kebutuhan wisatawan yang berwisata ke Gunung Pegat.

Kepala Desa Karangasem, Bambang Winarno menjelaskan, mereka memiliki angan besar untuk lebih mempercantik destinasi wisata Gunung Pegat, baik dari sisi atraksi maupun fasilitas penyangganya. Hanya saja, keterbatasan anggaran membuat perencanaan yang telah ditentukan harus perlahan direalisasikan.

“Ada banyak hal yang ingin kita lengkapi baik itu dari aspek atraksinya maupun fasilitas pendukung destinasi wisata di Gunung Pegat. Kami telah memiliki perencanaan. Infrastruktur seperti jalan menuju objek wisata Gunung Pegat telah dibangun cor. Selain itu, sekarang banyak wahana permainan untuk anak-anak,” ujar dia.

Saat ini, Gunung Pegat menjadi salah satu destinasi wisata paling sering dikunjungi di wilayah Sukoharjo.
“Destinasi wisata Gunung Pegat telah menjelma menjadi destinasi digital, karena hasil foto dan video yang tersebar di sosial media dari mereka yang pernah berkunjung ke sini, semakin menambah daya tarik. Di sini, kami juga saat ini menyediakan fasilitas camping ground bagi mereka yang berminat,” tambah Bambang.

Di sisi lain, Bambang menjelaskan jika destinasi wisata Gunung Pegat juga digandrungi bagi mereka yang senang tracking, kamping hingga lokasi pre-wedding. “Tracking, kamping dan pre-wedding itu juga menjadi kekuatan destinasi digital Gunung Pegat. Itu juga salah satu potensi yang terus kita kembangkan di sini,” jelas Bambang.

Rahma Aulia (16), wisatawan asal Bandung, Jawa Barat mengaku terkesima dengan keindahan Gunung Pegat. Ia yang datang bersama keluarganya mengaku kagum dengan eksotisme Gunung Pegat. “Keren banget buat selfie, apalagi kalau pagi. Padang ilalangnya serasa kita lagi di mana gitu,” ucap Rahma.

Untuk menjangkau lokasi, jika Anda berangkat dari Solo membutuhkan waktu 45 menit, jika kondisi lalu lintas tak macet. Silakan Anda mengikuti rute jalan Wonogiri-Solo, lalu belok ke kanan setelah Pasar Nguter. Selanjutnya, Anda tinggal mengikuti petunjuk jalan untuk menuju Dusun Klile, lokasi di mana Gunung Pegat berada.
Meski kini menjadi destinasi favorit, tetapi tak ada biaya apa pun yang dipungut oleh pihak pengelola bagi wisatawan yang berlibur ke Gunung Pegat. Anda bisa mengeksplor destinasi yang tengah booming ini secara cuma-cuma alias gratis. Ayo, tunggu apalagi, datang dan nikmati syahdunya destinasi digital Gunung Pegat.