Uncategorized

Siap Buka Semua Destinasi Wisata, Yogyakarta Kantongi 300 Sertifikat CHSE

Dewalive – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah mengusulkan pembukaan seluruh destinasi di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 3 kepada pemerintah pusat. Usulan itu dilatari alasan untuk lebih mempermudah pengawasan para wisatawan yang selama ini terus menyerbu berbagai destinasi.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo menuturkan sebenarnya saat ini ratusan destinasi wisata di DIY sudah mengantongi sertifikat Cleanliness, Health, Safety and Environment atau CHSE dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. “Saat ini sebanyak 300 destinasi, tempat usaha pariwisata, hotel, restoran, pusat oleh-oleh di DIY telah mendapatkan sertifikasi CHSE,” ujarnya di sela vaksinasi untuk pelaku wisata di DIY, Kamis, 30 September 2021.
Singgih mengatakan dalam persiapan pembukaan kembali objek wisata, sertifikasi CHSE menjadi elemen penting sebagai bentuk komitmen pelaku wisata mendukung pemutusan mata rantai penularan Covid-19. “Mereka yang telah mendapatkan CHSE ini sudah sangat siap menyambut wisatwan,” kata dia.

Meski begitu, Singgih tak menampik masih banyak objek wisata di DIY, khususnya yang berbasis alam, masyarakat dan desa wisata belum mendapatkan sertifikasi CHSE. “Yang belum mendapatkan sertifikat CHSE ini sudah mengajukan dan kini masih menunggu verifikasi Kemenparekraf ,” ujarnya.

Tak hanya sertifikasi CHSE yang siap, menurut Singgih, pelaku pariwisata DIY yang telah divaksin hingga hari ini sudah mencapai sekitar 94 persen. “Sebanyak enam persen pelaku wisata yang belum vaksinasi ini umumnya karena faktor memiliki penyakit penyerta, namun mayoritas para pelaku wisata sudah siap dan aman menerima kunjungan,” kata dia.

Hanya saja, Singgih menuturkan, untuk membuka seluruh objek wisata saat ini tinggal menunggu lampu hijau dari pemerintah pusat. “Yang jelas saat ini sudah ada delapan objek wisata berlokasi di DIY yang diujicoba dibuka, namun dari hasil evaluasi masih banyak pengunjung belum mengunduh aplikasi PeduliLindungi,” kata dia.

Penerapan aplikasi PeduliLindungi ini penting sebagai skrining kesehatan wisatawan yang datang serta mengetahui statusnya apakah sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 atau belum.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menuturkan kawasan primadona kunjungan wisatawan ke Yogyakarta, Malioboro, hingga kini belum juga mendapat QR Code untuk penerapan aplikasi PeduliLindungi. Maka, pemerintah kota tengah mempersiapkan aplikasi sendiri untuk skiring wisatawan yang terus berdatangan ke kawasan itu. “Pengajuan QR Code perlu waktu, karena pengelola wisata di seluruh Indonesia sekarang tentu sedang mengajukan itu sehingga proses persetujuannya agak lama,” kata dia.